Saya terlibat cukup banyak pada implementasi dari software management bengkel yang saya bangun. Keterlibatan ini tidak terasa sudah demikian jauh. Hingga suatu saat saya sempat bernada bicara tinggi kepada salah satu staff.
Pimpinan bengkel juga pernah mengutarakan dengan nada tinggi yang sambil mengatakan tentang waktu yang mundur-mundur. Dalam hati saya, saya juga tertahan di sini, seharusnya saya bisa mengerjakan yang lain.
Belakangan menurut saya di tempat ini terjadi cara komunikasi yang kurang baik, menurut ukuran saya. Ini akibatnya saya menjadi ‘jembatan‘ komunikasi antara ‘kubu‘ di dalam bengkel tersebut. Saya mengatakan ‘jembatan’, mungkin ada yang mengatakan sebagai ‘bumper’. Ya, saya memilih kata ‘jembatan’ saja.
Kita bisa memandang ‘jabatan’ sebagai ‘jembatan’ ini buruk, karena merasa ‘dimanfaatkan’ oleh orang lain, atau mendapat kata-kata yang kurang baik, dan pasti harus bisa menyampaikan keinginan atau maksud dari masing-masing pihak.
Namun, saya lebih memilih mensyukuri dengan keyakinan yang tinggi untuk mendapatkan ilmu dan mendapatkan persahabatan dari kedua belah pihak.
Meski saya sempat mengeluarkan kelakar yang mungkin diterima main-main, atau saya berkata dengan nada tinggi yang diterima sebagai ‘marah‘, tapi saya harus punya timing yang tepat untuk memperbaiki hal-hal di atas.
Saya harus bicara minta maaf dikala orang lain menganggap saya salah, meski saya merasa benar atau orang lain belum paham. Saya berusaha untuk tidak menyembunyikan masalah, meskipun kecil. Pengungkapan masalah juga harus kepada orang yang tepat, yaitu kepada orang yang saya anggap saya punya masalah.
Sebagian besar orang sudah mengerti tentang mana baik-mana buruk, namun tidak sedikit hal-hal kecil yang dilakukan mengakibatkan masalah muncul dikemudian hari.
Bagaimana penyelesaian untuk kasus di atas? saya rasa masih butuh waktu yang tidak sedikit untuk saya harus nongkrong di bengkel itu. Sementara saya harus berpindah untuk pekerjaan di tempat lain lagi. Hal yang cukup baik pula saya harus utarakan pendapat saya ini, namun apakah ini kapasitas saya sebagai tukang software?



